Radang Tenggorokan

Tanya :
Anak saya (2,5 tahun) mengeluh sakit tenggorokan. Namun semakin sore suhu badannya semakin meningkat tinggi. Bukankah penyakit radang tenggorokan penyakit yang umum, mengapa pada anak bisa menimbulkan demam? Bagaimana cara mengatasinya?

Jawab :
Penyakit radang tenggorokan memang penyakit yang sepertinya sepele dan mudah disembuhkan. Pada umumnya radang di tenggorokan pada anak bisa jadi ringan, namun bisa juga menjadi berat. Yang ringan jika dibiarkan, terkadang juga bisa menjadi berat. Sehingga mau tidak mau penyakit yang satu ini harus mendapat perhatian yang cukup serius. Terutama jika menyerang anak-anak yang masih kecil.

Gejala:
Gejala utama dari radang tenggorokan adalah nyeri pada tenggorokan. Kesulitan menelan dan menolak untuk makan maupun minum yang berlebihan. Namun ada juga gejala lain, yaitu:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Pembesaran kelenjar leher.
  • Hidung berair/ pilek.
  • Sering bersin.

Penyebab :
Radang tenggorokan bisa disebabkan oleh berbagai penyebab, antara lain:

  • Faringitis (radang pada faring).
  • Tonsilitis (radang pada tonsil).
  • Tonsilofaringitis (gabungan keduanya).
  • Virus, seperti: adenovirus, influenza dan rhinovirus.
  • Bakteri, seperti: streptokokus grup A, mikoplasma, neisseria dan klamidia.

Ada satu penyebab radang tenggorokan yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu bakteri streptokokus grup A. Bakteri ini selain mengakibatkan radang tenggorokan, juga menimbulkan demam rematik. Tanda-tanda adanya bakteri ini: demam yang cukup tinggi, terkadang hingga menggigil, sakit perut, amandel meradang dan berbintik-bintik putih, pembengkakan pada kelenjar di leher. Jika terdapat tanda-tanda seperti ini, segera bawa si kecil ke dokter.

Perawatan di rumah :

  • Berikan air minum yang lebih banyak, terutama yang hangat.
  • Biarkan si kecil beristirahat.
  • Berikan makanan yang cair dan mudah ditelan, seperti bubur atau sup yang diblender.

Jika radang tenggorokan menetap dalam waktu dua hingga tiga hari dan panas si kecil semakin mengkhawatirkan, segera bawa dia ke dokter. Terutama jika timbul ruam pada dada, perut dan tangan. Dokter

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Jangan Hentikan Si Kecil Bermain Air Liur

Sama seperti berguling, merangkak, atau berjalan, bermain ludah adalah tonggak perkembangan bayi yang penting. Kebiasaan ini lebih dari sekadar bersenang-senang, melainkan menyiapkan si kecil untuk makan dan berbicara.

"Superfood" di Masa MPASI

Kandungan nutrisi hati ayam membuatnya menjadi salah satu sumber makanan penting untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak setelah berusia 6 bulan.

Menyiasati Intoleransi Makanan Si Kecil

Jangan segan mencobakan kembali jenis makanan yang memicu reaksi intolerans pada si kecil. Fungsi metabolismenya akan membaik seiring pertambahan usia.