Gigitan Serangga

Tanya :
Anak saya pernah terkena gigitan serangga, dan kulit sekitar tempat gigitan sedikit membengkak. Bagaimana cara mengatasi gigitan serangga seperti ini?

Jawab :
Yang pertama harus dilakukan adalah mengetahui jenis serangga yang menggigit si kecil. Apakah sejenis lebah, kutu atau nyamuk biasa. Umumnya gigitan serangga tidak berbahaya, hanya mengakibatkan kulit sedikit membengkak, atau gatal. Paling-paling bekas gigitan akan terlihat menghitam hingga beberapa hari. Namun gigitan beberapa serangga seperti lebah atau tawon akan mengakibatkan efek yang lebih berat dibanding serangga lain pada umumnya.

Cara mengatasinya :

  • Perhatikan serangga apa yang menggigit si kecil. Jika lebah, maka akan meninggalkan sengatnya pada daerah yang digigitnya.
  • Coba lepaskan sengat tanpa perlu memecahkan kantung bisa. Karena jika kantung bisa pecah, bisa mengakibatkan reaksi yang lebih hebat pada kulit.
  • Kompres tempat bekas gigitan serangga dengan es atau air dingin untuk mengurangi nyeri atau gatal.
  • Oleskan salep antihistamin pada kulit yang terkena gigitan serangga. Sesuaikan dengan dosis yang tertera. Jika kulit yang terkena gigitan serangga tampak semakin membengkak, atau anak menunjukkan tanda-tanda seperti mual, muntah, pusing, kesulitan bernapas, rasa tertekan di dada dan pembengkakan di wajah yang muncul secara cepat, maka itu adalah tanda-tanda ia akan terkena syok analfilaksis. Syok analfilaksis adalah keadaan akibat respon atau reaksi alergi tubuh yang berat terhadap gigitan serangga. Keadaan ini sangat gawat, sehingga memerlukan bantuan segera karena dapat berakibat fatal.

Cara mencegah :

  • Ingatkan anak untuk tidak mengganggu serangga, terutama tawon.
  • Biasakan anak memakai baju lengan panjang dan celana panjang jika bermain di halaman.
  • Bersihkan secara berkala tempat anak bermain agar tidak menjadi sarang serangga.

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Jangan Hentikan Si Kecil Bermain Air Liur

Sama seperti berguling, merangkak, atau berjalan, bermain ludah adalah tonggak perkembangan bayi yang penting. Kebiasaan ini lebih dari sekadar bersenang-senang, melainkan menyiapkan si kecil untuk makan dan berbicara.

"Superfood" di Masa MPASI

Kandungan nutrisi hati ayam membuatnya menjadi salah satu sumber makanan penting untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak setelah berusia 6 bulan.

Menyiasati Intoleransi Makanan Si Kecil

Jangan segan mencobakan kembali jenis makanan yang memicu reaksi intolerans pada si kecil. Fungsi metabolismenya akan membaik seiring pertambahan usia.