Tenggorokan

Tenggorokan adalah bagian dari leher yang menyerupai tabung berotot cincin. Merupakan tempat jalannya makanan ke kerongkongan, dengan melewati orofaring, hipofaring dan esofatus, dan udara ke paru-paru dengan melewati faring, laring dan trakea.

Bagian-bagian dari tenggorokan, antara lain:

  • Nasofaring (bagian atas).
  • Orofaring (bagian tengah).
  • Hipofaring (bagian bawah).

Tenggorokan memiliki selaput otot yang dinamakan epiglottis yang berfungsi untuk memisahkan esophagus dari trakea dan mencegah makanan dan minuman untuk masuk ke saluran pernapasan. Tenggorokan dilapisi oleh selaput lendir yang terdiri dari sel-sel penghasil lendir dan silia. Kotoran yang masuk ditangkap oleh lendir dan
disapu oleh silia ke arah kerongkongan lalu ditelan.

Dalam tenggorokan terdapat juga laring, atau kotak suara. Laring adalah pengelompokkan silinder dari tulang rawan, otot dan jaringan lunak yang berisi pita suara. Pita suara melindungi bukaan atas ke tenggorokan (trakea), dan ke paru-paru. Jika mengendur, maka pita suara membentuk lubang berbentuk huruf V, sehingga udara dapat lewat dengan bebas. Jika mengkerut, pita suara akan bergetar, menghasilkan suara yang bisa diubah oleh lidah, hidung dan mulut, sehingga terjadilah percakapan.

Tonsil (amandel) terletak di mulut bagian belakang, sedangkan adenoid terletak di rongga hidung bagian belakang. Tonsil dan adenoid terdiri dari jaringan getah bening dan membantu melawan infeksi, serta mencegah infeksi datang berulang. Ukuran terbesar ditemukan pada masa kanak-kanak, dan secara perlahan akan menciut.
Tenggorokan perlu dijaga kesehatannya, terutama pada si kecil. Sakit pada tenggorokan biasanya akan berakibat pada hilangnya nafsu makan dan si kecil akan mudah terkena infeksi atau radang.

 

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Ketika Harus Memberi ASI Perah

Komitmen ibu memberikan nutrisi terbaik bagi bayi, yaitu ASI eksklusif, dapat tetap dilakukan saat ibu harus kembali bekerja. ASI perah solusi tepat.

Berapa Lama ASI Perah Dapat Digunakan?

ASI perah memiliki tenggang waktu untuk digunakan, tergantung pada cara penyimpanannya.

Manajemen ASI Perah

ASI perah yang disimpan sebaiknya diberi label tanggal ASI diperah, agar dapat digunakan lebih dulu.