Infeksi Mata (Conjunctivitis)

Tanya :
Mata anak saya yang sudah duduk di SD tiba-tiba memerah, dan seperti ada kotorannya. Masalahnya keadaan itu sepertinya menular pada anak saya yang masih batita. Apakah mereka terkena penyakit mata? Apakah boleh ditetes dengan tetes mata yang dijual umum?

Jawab :
Sepertinya anak-anak ibu terkena sakit mata atau infeksi mata. Biasanya di bagian dalam kelopak mata bagian bawah akan terlihat memerah. Infeksi mata memang menular dengan cepat. Karenanya biasakan anak-anak mencuci tangannya sebelum dan sesudah memegang mata mereka. Sebaiknya anak-anak segerak diperiksakan ke dokter mata untuk mendapatkan pengobatan khusus, karena infeksi mata membutuhkan penanganan yang tepat dari ahlinya.

Penyebab :

  • Infeksi oleh virus atau bakteri.
  • Reaksi alergi.

Gejala :

  • Pembengkakan pada mata menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman saat mengedipkan mata.
  • Anak-anak yang mengidap infeksi mata biasanya terganggu dengan sinar lampu yang terlalu terang.
  • Mata anak akan mengeluarkan kotoran mata jika penyebabnya adalah infeksi virus atau bakteri.
  • Namun jika penyebabnya alergi, maka mata akan berair dan kelopak mata akan terlihat membengkak.

Hati-hati :
Infeksi mata biasanya sangat menular. Biasakan mencuci tangan bagi seluruh keluarga untuk menghindari penularan. Terutama jika terlibat kontak langsung dengan anak yang menderita. Isolasi si kecil selama kurang lebih seminggu, sampai ia benar-benar sembuh. Jangan biarkan ia menemui teman bermainnya, untuk menghindari penularan yang lebih luas. Jika anak sudah bersekolah atau ikut dalam Taman Bermain, mintakan ijin pada gurunya untuk beristirahat dirumah, agar tidak menulari teman-temannya.

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Jangan Hentikan Si Kecil Bermain Air Liur

Sama seperti berguling, merangkak, atau berjalan, bermain ludah adalah tonggak perkembangan bayi yang penting. Kebiasaan ini lebih dari sekadar bersenang-senang, melainkan menyiapkan si kecil untuk makan dan berbicara.

"Superfood" di Masa MPASI

Kandungan nutrisi hati ayam membuatnya menjadi salah satu sumber makanan penting untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak setelah berusia 6 bulan.

Menyiasati Intoleransi Makanan Si Kecil

Jangan segan mencobakan kembali jenis makanan yang memicu reaksi intolerans pada si kecil. Fungsi metabolismenya akan membaik seiring pertambahan usia.