Dermatitis Atopik

Tanya :
Mengapa bayi saya yang berusia 11 bulan terkena eksim pada pipinya. Kulitnya kemerahan dan berbintil-bintil, berisi cairan dan sangat gatal. Bagaimana mengatasinya?

Jawab :
Eksim atau dalam bahasa kedokteran dikenal sebagai dermatitis atopik, biasanya dapat timbul pada masa kanak-kanak. Terjadi pada 1 dari 8 anak, terutama di bawah 6 bulan. Penyebab penyakit ini lebih karena faktor keturunan maupun lingkungan dan berhubungan dengan reaksi alergi. Sehingga sering terjadi pada anak yang memiliki riwayat alergi dalam keluarga, seperti orangtua pengidap asma atau orangtua yang bersin setelah mandi atau terpapar debu. Biasanya eksim pada anak tidak parah dan tergolong ringan.

Gejala:
Kulit anak berubah jadi kering dan gatal, serta kemerahan, berbintilbintil dan berisi cairan. Terdapat pada daerah wajah atau pipi, selangkangan, lipat siku, lipat lutut, pergelangan tangan atau di badan. Kulit menjadi lebih kering dan tebal, mengelupas dan pada penyembuhan meninggalkan warna yang lebih pucat atau kehitaman.
Eksim atau dermatitis atopik mengakibatkan gatal pada kulit, dan anak akan menggaruknya. Setelah digaruk, kulit akan bertambah merah dan meradang. Daerah yang digaruk akan meninggalkan luka seperti keropeng.

Cara mengatasi :

  • Mulailah belajar memandikan bayi dengan air dingin untuk mencegah hilangnya lemak di kulit .
  • Hindarkan mandi terlalu lama yang dapat membuat kulit anak menjadi kering.
  • Oleskan losyen pelembab kulit agar kulitnya menjadi lembap dan gatalnya berkurang.
  • Hindarkan memakaikan pakaian yang tebal dengan bahan yang mudah membuat gatal pada anak.

Cara mencegah :

  • Biasakan hidup sehat dan bersih.
  • Sering-seringlah mengganti sepre tempat tidur agar bebas dari tungau.
  • Hindarkan mainan maupun perabot yang mudah menangkap debu, seperti karpet atau boneka berbulu.
  • Hindarkan binatang peliharaan berbulu panjang di dalam rumah yang dapat menyebabkan alergi.
  • Perhatikan penyebab alerginya, apakah dari makanan, debu atau deterjen? Lalu hindarkan anak dari hal yang dapat menimbulkan alerginya.
  • Hindari makan makanan instan dan banyak memberi makanan natural yang diolah sendiri. Beberapa makanan yang seringkali menimbulkan rekasi hipersensitivitas pada bayi adalah makanan laut, telur atau makanan yang mengandung susu seperti keju atau mentega.

CATATAN : Bawa anak ke dokter jika eksim membandel sehingga membuat anak rewel dan sulit tidur. Terutama jika anak tampak mengalami sulit bernapas atau demam.

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Jangan Hentikan Si Kecil Bermain Air Liur

Sama seperti berguling, merangkak, atau berjalan, bermain ludah adalah tonggak perkembangan bayi yang penting. Kebiasaan ini lebih dari sekadar bersenang-senang, melainkan menyiapkan si kecil untuk makan dan berbicara.

"Superfood" di Masa MPASI

Kandungan nutrisi hati ayam membuatnya menjadi salah satu sumber makanan penting untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak setelah berusia 6 bulan.

Menyiasati Intoleransi Makanan Si Kecil

Jangan segan mencobakan kembali jenis makanan yang memicu reaksi intolerans pada si kecil. Fungsi metabolismenya akan membaik seiring pertambahan usia.