Kebersihan Alat Makan Si Kecil

Sesaat si kecil mengonsumsi makanan padat pertama, hal yang menjadi perhatian ibu yang memberi ASI adalah kebersihan alat makan si kecil. Hal ini penting, karena berhubungan dengan kekebalan tubuh anak yang masih berkembang, dan rentan mengalami sakit karena infeksi.

Agak berbeda dari periode ASI eksklusif, risiko anak mengalami gangguan pencernaan cenderung meningkat setelah ia berkenalan dengan makanan padat pertama. Bukan saja karena reaksi alergi, melainkan karena paparan virus atau bakteri dari alat makan yang tak terjaga kebersihannya. Demi meminimalkan hal kejadian ini, kita perlu cermat menjaga kebersihan alat makan, sejak mencuci hingga menyimpannya.

Tak sekadar mencuci

  1. Cuci setiap alat makan bayi yang baru Anda beli, dan setiap kali akan digunakan.
  2. Gunakan sabun cair, jika mungkin beli sabun khusus untuk mencuci peralatan bayi yang tidak mengandung bahan kimia dan terjamin tidak berbahaya bagi bayi
  3. Bilas dengan air bersuhu panas, jika mungkin gunakan air panas dari keran yang mengalir. Pastikan tidak ada residu sabun yang tersisa dengan cara menggosok ulang setiap sisi alat makan
  4. Lakukan langkah sterilisasi dengan menggunakan electric sterilizer atau bisa menggunakan metode tradisional dengan cara merebus semua alat makan itu hingga air rebusan mendidih.

Menyimpan aman

  1. Setelah langkah sterilisasi dilakukan angkat alat makan dan tengkurapkan di atas lap bersih. Pisahkan jauh dari alat makan lain. Biarkan kering secara natural.
  2. Setelah kering, masukkan alat makan ke dalam lemari atau wadah tertutup rapat agar terhindar dari debu, simpan alat makan dengan posisi siap pakai (tidak tengkurap). Ingatlah untuk selalu mencuci tangan hingga bersih, sebelum menyentuh alat makan si kecil.

Pada periode MPASI, setiap hari akan menjadi petualangan seru bagi Anda dan si kecil. Nikmati kesempatan ini, dengan menyiapkan alat makan yang bersih untuk meminimalkan gangguan pencernaan, sehingga periode ini dapat menjadi landasan yang kuat dan indah untuk proses tumbuh kembangnya.

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Jangan Hentikan Si Kecil Bermain Air Liur

Sama seperti berguling, merangkak, atau berjalan, bermain ludah adalah tonggak perkembangan bayi yang penting. Kebiasaan ini lebih dari sekadar bersenang-senang, melainkan menyiapkan si kecil untuk makan dan berbicara.

"Superfood" di Masa MPASI

Kandungan nutrisi hati ayam membuatnya menjadi salah satu sumber makanan penting untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak setelah berusia 6 bulan.

Menyiasati Intoleransi Makanan Si Kecil

Jangan segan mencobakan kembali jenis makanan yang memicu reaksi intolerans pada si kecil. Fungsi metabolismenya akan membaik seiring pertambahan usia.