"Superfood" di Masa MPASI

Periode penting pertumbuhan anak dikenal sebagai masa emas 1000 hari pertama. Pada periode itu, terjadi pertumbuhan yang pesat, baik fisik maupun kognitif. Proses pertumbuhan ini akan berlangsung baik, anak akan tubuh sehat dan cerdas, jika ia mendapatkan asupan nutrisi yang tepat dan seimbang.

Sejak lahir hingga genap berusia 6 bulan, seluruh kebutuhan nutrisi bayi untuk tumbuh didapatkan dari makanan terbaiknya, ASI. Namun, setelah berusia 6 bulan, kebutuhan nutrisi bayi meningkat. Inilah saatnya si kecil mendapatkan makanan tambahan  yang dikenal sebagai makanan pendamping ASI, atau MPASI.

Seperti apakah komposisi MPASI yang tepat?
Berdasarkan panduan WHO, setelah berusia 6 bulan, bayi membutuhkan antara lain; karbohidrat, protein, lemak, zat besi, dan berbagai mineral seperti; seng, vit B6, niacin, vit E, kalsium, fosfor, magnesium, juga omega 3 dan omega 6 dalam kadar yang seimbang.

Jika selama ini makanan pertama saat MPASI yang umum diperkenalkan adalah pure buah dan sayuran, maka tidak seluruh kebutuhan nutrisi anak akan terpenuhi. Di sisi lain sebenarnya, buah dan sayuran adalah jenis makanan yang tidak mudah diserap oleh organ pencernaan anak, akibat belum diproduksinya enzim pencernaan secara sempurna. Agar tumbuh baik, anak membutuhkan protein, lemak dan zat besi yang hanya bisa didapatkan dari sumber makanan hewani. Biasanya, setelah beberapa saat memulai MPASI, ibu mulai membuatkan bubur atau nasi tim dengan air kaldu. Sebaiknya bayi mendapatkan lebih dari itu.

Seandainya air kaldu tak cukup, amankah daging diberikan?
Tak perlu cemas membuat MPASI dengan olahan sumber makanan hewani yang lebih dari sekadar air kaldu. Setelah beberapa minggu sejak memulai MPASI, perkenalkan bayi pada bentuk asli sumber makanan hewani, seperti; daging merah, ayam dan hati ayam. Tentu saja bentuknya masih berupa makanan yang dihaluskan.

Tak perlu ragu memberikan hati ayam pada bayi sejak awal, para ahli nutrisi menemukan fakta bahwa dalam 100 gr hati ayam, terkandung, 135 kkal energi; 19,1 gr protein; 9,5 mg zat besi; 4mg seng dan11325 u vit. A. Kelengkapan nutrisi dalam hati ayam ini dapat mencegah terjadinya kurang nutrisi pada bayi, termasuk kondisi anemia yang seringkali dicemaskan jika bayi sebelumnya hanya mendapatkan ASI eksklusif.

Tak heran jika sebagai sumber makanan di periode MPASI, hati ayam dikategorikan sebagai superfood.

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Jangan Hentikan Si Kecil Bermain Air Liur

Sama seperti berguling, merangkak, atau berjalan, bermain ludah adalah tonggak perkembangan bayi yang penting. Kebiasaan ini lebih dari sekadar bersenang-senang, melainkan menyiapkan si kecil untuk makan dan berbicara.

"Superfood" di Masa MPASI

Kandungan nutrisi hati ayam membuatnya menjadi salah satu sumber makanan penting untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak setelah berusia 6 bulan.

Menyiasati Intoleransi Makanan Si Kecil

Jangan segan mencobakan kembali jenis makanan yang memicu reaksi intolerans pada si kecil. Fungsi metabolismenya akan membaik seiring pertambahan usia.