Anak Sehat Alami

“Informasi di twitter tentang akupunktur untuk anak-anak, bahkan bayi, adalah salah satu alasan saya datang ke Parenting Class hari ini. Saya penasaran bagaimana melakukannya,” demikian Bapak Hatta Rizqi Sulaiman yang sehari-hari berprofesi sebagai dokter gigi yang datang bersama istri serta putri kecilnya.

Tidak hanya para ayah yang banyak hadir pada Parenting Class tanggal 13 Desember 2012 yang ingin tahu tentang akupunktur anak, para ibu pun tak kalah penasarannya. Lebih dari 80orang tua hadir di Auditorium RSU Bunda Menteng, Jakarta, untuk menyimak informasi dari dr. Tiwi, SpA, MARS dan Reza Gunawantentang “Natural and Conscious Parenting”.

Jaga daya tahan tubuh

Kualitas tumbuh kembang anak ditentukan oleh dua faktor penting, yaitu nature (bawaan) dan nurture (pengasuhan).  Nature artinya anak punya potensi yang dibawa sejak lahir. Namun, potensi yang dimiliki anak ini teralisasi karena pola asuh (nurture). “Jadi, bila seorang anak yang dasarnya pintar namun tidak diasuh dengan pola asuh yang baik,maka dia akan menjadi anak yang tidak sepintar potensinya,” ujar dr. Tiwi, SpA dalam presentasinya.

Banyak cara membesarkan anak secara alamiah. Salah satu yang paling dini adalah pemberian ASI pada bayi, termasuk Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang memaparkan kuman baik/jinak pada bayi melalui kontak kulit ibu dan bayi. Selain itu, memberi kesempatan bayi bermain juga  merupakan bentuk pengasuhan alamiah.

Lebih lanjut dr. Tiwi menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit, karena sistem imun berfungsi mencegah serangan mikroorganisme. “Pada umumnya, masuknya kuman penyakit bermula di organ pencernaan dan pernapasan. Misalnya, muntah, diare, dan sakit perut; serta batuk, pilek, dan alergi.“

Bila anak terserang penyakit, jangan tergesa-gesa memberi obat, tapi pastikan penyebab penyakit anak. Bila anak alergi, misalnya, cobalah hindarkan sumber alerginya (alergen) dan konsumsi makanan sehat serta cukup olah tubuh dan istiahat. Obat diberikan pada anak jika memang benar-benar dibutuhkan. Dengan kata lain, gunakan obat secara rasional; bukan sembarangan.

Untuk hidup natural, dr. Tiwi memberikan kiat antara lain: memulainya secara bertahap, cukup mengonsumsi makanan dan minuman sehat, cukup tidur, olahraga dan terpapar matahari pagi yang merupakan sumber vitamin D, serta lingkungan rumah yang bersih dan hijau. Mudah, bukan?

 

Shonishin dan minyak atsiri

Semangat, keyakinan dan berpikir positif ternyata tidak cukup sebagai modal membesarkan anak yang sehat lahir batin secara natural. Kita perlu mengenal anak secara lebih utuh, termasuk kecenderungannya lebih aktif, lebih spiritual, kreatif dan intuitif. “Untuk itu, diperlukan dua keterampilan utama dari orang tua, yaitu penggunaan minyak atsiri (essential oil) yang Therapeutic Pure Grade untuk merawat kesehatan anak secara simptomatis, dan penggunaan shonishin (Japanese Pediatric Acupuncture) dalam format sederhana dan dapat dilakukan orang tua di rumah untuk menguatan pondasi kesehatan anak,”  ujar Reza Gunawan, seorang praktisi kesehatan holistik. Reza pun kemudain menjelaskan beberapa jenis minyak atsiri dan manfaatnya, serta cara penggunaannya, seperti dioleskan pada kulit, dihidup serta diminum setelah diteteskan pada air minum.

Rasa penasaran peserta Parenting Class tentang apa itu shonishin terjawab dengan penjelasan Reza tentang pedoman, peringatan, teknik utama, terapi umum non-profesional dan diagram terapi, serta dosis terapi shonishin.“Sebenarnya, ada alat bantu shonishin. Namun, pada format yang sederhana, kita juga bisa menggunakan sendok kecil atau sedotan minuman sebagai penggantinya,” ujar Reza sambil menunjukkan peralatan shonishin.

Dibantu dua rekannya dari True Nature Holistic Healing (Jeffrey dan Novi), Reza pun kemudian mempraktikkan akupunktur untuk anak, khususnya bayi. Dimulai dengan diri sendiri, kemudian peserta mencobakannya pada sesama orang tua, termasuk pada Reza yang merelakan tangannya untuk dijadikan media praktik peserta. Terakhir, para orang tua dapat menyaksikan bagaimana Reza melakukan shonishin pada bayi salah seorang peserta.

“Puas sekali saya dan teman-teman mengikuti Parenting Class hari ini. Tidak sia-sia kami berenam datang dari Bandung ke RSU Bunda ini,” komentar seorang ibu dari Bandung seusai acara.

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Ketika Harus Memberi ASI Perah

Komitmen ibu memberikan nutrisi terbaik bagi bayi, yaitu ASI eksklusif, dapat tetap dilakukan saat ibu harus kembali bekerja. ASI perah solusi tepat.

Berapa Lama ASI Perah Dapat Digunakan?

ASI perah memiliki tenggang waktu untuk digunakan, tergantung pada cara penyimpanannya.

Manajemen ASI Perah

ASI perah yang disimpan sebaiknya diberi label tanggal ASI diperah, agar dapat digunakan lebih dulu.