On Air, Seminar Media dan Streaming On line Symposium

Dimulai pada 1 Agustus 2019, dr.Tiwi mulai menggaungkan Pekan Menyusui Sedunia 2019 dengan siaran langsung pada pagi hari pukul 08.00-09.00 WIB di Radio Cosmopoitan 90,4 FM bersama penyiar Iwet Ramadhan dan Novita Anggie. Selanjutkan pukul 09.30 bersama Satgas ASI IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dr. Tiwi terlibat aktif dalam Seminar Media dan Live Streaming Pekan ASI Sedunia 2019, yang selain dihadiri kalangan media, juga diikuti oleh 1,000 dokter anak di seluruh Indonesia (26 cabang IDAI, dari Aceh hingga Papua) melalui streaming on line symposium. Acara yang dibuka oleh Ketua IDAI, Dr. dr. Aman Pulungan, SpA(K), FAAP, FRCPI (Hon) ini menghadirkan pembicara dr. Elizabeth Yohmi, Sp.A yang juga Ketua Satgas ASI IDAI, dan Prof. dr. Badriul Hegar, SpA(K), Ph.D.

Dalam sambutannya, dr. Aman mengingatkan pentingnya menggunakan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) sebaik-baiknya, dan bukan sekadar dibagikan kepada ibu setelah melahirkan tanpa disimak dan diterapkan informasinya. Juga, penerapan dilakukannya pengukuran berat badan, panjang badan, lingkar kepala bayi, suhu tubuh, serta konseling laktasi dan masalah pemberian ASI di tempat bersalin pada 28 jam pertama seusai bayi lahir.

Sementara dr. Yohmi pada acara ini menjelaskan perihal keuntungan proses laktasi baik bagi bayi maupun ibu. Persiapan menyusui sebaiknya dimulai sejak kehamilan, dan hal ini dapat dilakukan dengan konseling antenatal. Dalam hal ini, jelas diperlukan dukungan dari fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang membantu ayah dan ibu agar sukses menyusui bayinya.

Dr. Hegar sebagai pembicara terakhir pada acara ini sangat menarik menyampaikan informasi perihal bagaimana ASI sangat bermanfaat bagi kesehatan usus bayi. ASI sudah terbukti sangat cocok bagi kesehatan bayi, termasuk ususnya. Pada saat dilahirkan, secara fisiologis usus bayi masih belum sempurna, banyak lubang-lubangnya. Demikian pula sistem imunnya belum matang sehingga rentan terjadi infeksi. Dalam kondisi ini, ASI yang mengandung lemak yang sangat efisien meningkatkan berat badan bayi. Selain itu, ASI mengandung enzim bile salt-stimulated lipase (BSLL) yang dapat dicerna oleh bayi baru lahir, sehingga menutup lubang-lubang yang ada pada usus bayi baru lahir.

Acara yang ditutup dengan sharing session dan tanya jawab yang dimoderatori oleh dr. Tiwi, Sp.A, MARS menjawab pertanyaan baik dari kalangan media maupun dokter anak di berbagai tempat yang mengikuti secara streaming. Selama 3 bulan, Satgas ASI IDAI bekerja sama dengan berbagai rumah sakit se Indonesia mengadakan berbagai seminar perihal ASI dan menyusui.

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Pekan Menyusui Sedunia 2019

Tanggal 1-7 Agustus diperingati sebagai Pekan Menyusui Sedunia (World Breastfeeding Week).

On Air, Seminar Media dan Streaming On line Symposium

Dimulai pada 1 Agustus 2019, dr.Tiwi mulai menggaungkan Pekan Menyusui Sedunia 2019 dengan siaran langsung pada pagi hari pukul 08.00-09.00 WIB di

Seminar ASI, Parenting Class & Afternoon Tea Seminar

Hari Sabtu, 3 Agustus 2019, dr. Tiwi non-stop mendedikasikan diri untuk Pekan Menyusui Sedunia 2019.