Reaksi Cepat & Tepat Hadapi Diare

Diare adalah gangguan kesehatan bayi yang paling umum. Sejak baru lahir, bayi sudah berisiko alami diare. Reaksi cepat dan tepat mengatasi diare dapat membuat bayi segera sehat.

Di dunia kesehatan anak, diare dikenal sebagai penyakit pertama anak setelah lahir. Risiko si kecil mengalami diare sudah dihadapi beberapa saat setelah ia lahir. Biasanya pemicu diare adalah virus yang tertular pada bayi jika kita lalai memerhatikan kebersihan di sekitarnya. Lalu, seperti apakah kondisi diare si kecil?

Gejala diare bayi adalah:

  • Intensitas kotoran cair
  • Frekuensi BAB yang sewajarnya 2-5 kali, dapat meningkat hingga 3 kali lipat
  • Terkadang disertai muntah dan peningkatan suhu tubuh
  • Perhatikan popok si kecil, jika ia mulai jarang buang air kecil, pertanda diare telah menyebabkanya dehidrasi.

Cara menangani diare...

  • Hitung jumlah diare dan berikan cairan oralit
  • Jumlah cairan yang diberikan kira2 adalah 10ml/kg berat badan bayi dikalikan frekuensi diare. Misalnya anak 6 bl dengan beratbadan 6-7 kg diare 5 kali memerlukan cairan 60-70 ml tiap kali diare (jadi diberikan sekitar 300 ml cairan)
  • Kalau bayi tidak suka oralit dapat diberikan air tajin
    • Cara membuat 2 sendok makan beras, 4 gelas air didikan bersama berasĀ  dan setelah mendidih ditambahkan seujung sendok kecil garam (1/4 sendok teh)
  • Tetap susui bayi seperti biasa. Lakukan sesering mungkin dengan waktu menyusui 10-30 menit setiap kali bayi minum

Dapatkah diare dicegah?
Ya. Diare dapat dicegah agar tidak dialami bayi dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Pastikan sebelum bersentuhan dengan bayi, ibu dan pengasuh senantiasa mencuci tangan dengan sabun, lakukan selama 20 detik di bawah aliran air keran. Pastikan untuk membersihkan sela jari dan bagian depan kuku.

Umumnya diare pada bayi berlangsung kurang dari satu minggu. Jika berlangsung lebih dari seminggu, atau terlihat tanda-tanda dehidrasi, atau kotoran bayi terlihat disertai darah, ibu harus segera membawa bayi ke dokter.

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Agar Bayi Tak "Dicederai" Sinar Matahari

Sinar matahari dibutuhkan tubuh untuk mensintesa vitamin D, dan sinar matahari tersedia tanpa batas, sehingga tak ada alasan untuk tidak memanfaatkannya seoptimal mungkin demi kesehatan.

Manfaat Sinar Matahari pada Bayi Baru

Sinar matahari pagi membantu tubuh memroduksi vitamin D, yang dibutuhkan bayi baru untuk menjaga kesehatan dan mendapatkan pertumbuhan yang baik.

Jangan Hentikan Si Kecil Bermain Air Liur

Sama seperti berguling, merangkak, atau berjalan, bermain ludah adalah tonggak perkembangan bayi yang penting. Kebiasaan ini lebih dari sekadar bersenang-senang, melainkan menyiapkan si kecil untuk makan dan berbicara.