Membersihkan Telinga

Tanya :
Saya takut sekali jika membersihkan telinga anak saya dengan menggunakan cotton bud. Takut menusuk telinganya. Namun kotoran telinganya terlihat mengganggu. Jadi bagaimana ya membersihkannya?

Jawab :
Telinga bayi memang sebaiknya dibersihkan secara rutin. Kalau tidak kotoran telinga bisa mengganggu hantaran bunyi, sehingga mempengaruhi pendengaran anak. Jika kotoran dibiarkan, maka akan semakin keras dan semakin sulit dikeluarkan. Jika dibersihkan maka telingapun bersih, pendengaranpun jernih.

Membersihkan telinga pada bayi yang masih kecil:

  • Jangan gunakan obat apapun yang berbentuk drops untuk membersihkan telinganya, kecuali jika diresepkan oleh dokter.
  • Bersihkan saja kotoran yang terdapat pada lekukan telinga luar dengan kapas basah yang telah diperas airnya.
  • Jika ada kotoran dalam lubang telinganya, biarkan saja, karena kotoran itu akan keluar dengan sendirinya. Kotoran tersebut adalah bahan alami yang tersedia di dalam telinganya dan berperan sebagai antiseptik serta melindungi telinga dari kotoran yang masuk.

Pada anak:

  • Secara rutin perhatikan telinga si kecil. Apakah sudah terlihat kotor atau belum.
  • Anda dapat menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinganya yang kotor, namun hati-hati, jangan terlalu dalam. Jangan lebih dari 1 cm ke arah lubang telinga. Dikhawatirkan kotoran akan terdorong ke dalam sehingga makin terakumulasi di dalam telinga dan dapat mengganggu pendengaran. Kotoran yang terlihat menggumpal sebenarnya dapat diambil sendiri tanpa perlu ke dokter, dengan melunakkan kotorannya terlebih dahulu dengan menggunakan cairan karbogliserin (dapat di beli di apotik). Namun jika Anda ragu, lebih baik bawa anak ke dokter saja.
  • Sebaiknya ajak si kecil yang masih balita untuk kontrol teratur ke dokter THT setiap 6 bulan sekali.
  • Selesai membersihkan telinga, keringkan telinga anak dengan handuk yang lembut.
  • Hindarkan anak dari paparan suara yang keras terus menerus agar tidak merusak gendang telinganya. Misalnya arena permainan mesin yang terdapat di mal.

Hati-hati:

  • Jika anak mengeluh seperti mendengar bunyi berdenging, atau merasa telinga penuh. Mungkin saja kotoran di telinganya sudah terlalu banyak dan mengeras. Jika kotorannya tidak terlihat atau sulit dikeluarkan, coba saja konsultasikan pada dokter THT.

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Ketika Harus Memberi ASI Perah

Komitmen ibu memberikan nutrisi terbaik bagi bayi, yaitu ASI eksklusif, dapat tetap dilakukan saat ibu harus kembali bekerja. ASI perah solusi tepat.

Berapa Lama ASI Perah Dapat Digunakan?

ASI perah memiliki tenggang waktu untuk digunakan, tergantung pada cara penyimpanannya.

Manajemen ASI Perah

ASI perah yang disimpan sebaiknya diberi label tanggal ASI diperah, agar dapat digunakan lebih dulu.