Manfaat Sinar Matahari pada Bayi Baru

Sinar matahari pagi membantu tubuh memroduksi vitamin D, yang dibutuhkan bayi baru untuk menjaga kesehatan dan mendapatkan pertumbuhan yang baik.

Kulit bayi baru cenderung sensitif terhadap berbagai hal, antara lain; paparan suhu panas, dingin atau kelembapan. Memastikan agar bayi tidak terkena sinar matahari yang panas antara jam 10 pagi hingga 4 sore sangat baik dilakukan, tetapi sebaliknya bayi membutuhkan sinar matahari pagi untuk kesehatannya.

  1. Lebih banyak vitamin D. Kadar vitamin D yang tinggi dalam tubuh, adalah manfaat terbesar yang didapatkan bayi jika terpapar sinar matahari pagi. Tubuh membutuhkan vitamin D dan diperlukan sinar UV minimal 15 menit setiap hari agar tubuh bisa membuat vitamin itu. Vitamin D dibutuhkan tubuh untuk menyerap kalsium yang dibutuhkan untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat, sistem kekebalan tubuh yang bekerja efisien, sehingga tubuh terlindung dari berbagai penyakit.
  2. Happy baby. Saat bayi terpapar sinar matahari sesuai kebutuhan, produksi serotonin di dalam tubuhnya bertambah. Serotonin disebut sebagai "hormon bahagia", karena berfungsi menimbulkn rasa nyaman dan bahagia. Bayi dengan serotonin yang cukup akan menjadi bayi yang tenang. Sebaliknya kadar serotonin yang rendah memicu ketidakstabilan emosi, sedih, gangguan pola tidur, dan gangguan pencernaan.
  3. Meningkatkan kadar insulin. Bayi yang mendapatkan paparan sinar matahari cukup di usia dini diketahui terlindung dari risiko diabetes hingga tahapan tertentu. Sekalipun tidak mencegah diabetes sepenuhnya, jika vitamin D di dalam tubuh cukup, disertai pengaturan pola makan dan olahraga rutin, maka kadar insulin dalam tubuh dapat diatur pada level normal.
  4. Kesehatan sistem syaraf. Tubuh membutuhkan vitamin D untuk membangun sistem saraf yang "kuat" sejak usia dini dan sinar matahari adalah sumber terbaik vitamin D. Hal inilah yang menyebabkan bayi perlu mendapatkan paparan sinar matahari.
  5. Meningkatkan proses pembekuan darah. Ketika kita terluka, darah yang mengalir menyebabkan tubuh kehilangan sejumlah darah. Jika tubuh memiliki cukup vitamin D dan K, maka keduanya akan membantu tubuh menghentikan aliran darah dengan cara membuatnya menggumpal. Demikian pula, tubuh bayi membutuhkan proses pembekuan darah untuk mencegah terjadinya risiko perdarahan serius. Paparan sinar matahari langsung membuat tubuh memroduksi cukup vitamin D, sehingga mempertahankan tekanan darah dan memastikan pembekuan darah cukup bagi tubuh.
  6. Mengatasi kulit kuning. Peningkatkan kadar bilirubin yang tidak terkendali dan gangguan fungsi hati diketahui sebagai penyebab utama kulit bayi baru lahir menguning. Paparan sinar matahari pagi akan mengatasi kondisi ini secara efektif. Spektrum cahaya biru yang terkandung pada sinar matahari berperan menurunkan kadar bilirubin dalam tubuh bayi, dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.
  7. Lebih banyak energi. Ketika bayi terpapar sinar matahari, maka proses ini akan membantu tubuh mengendalikan produksi melatonin. Kadar melatonin di dalam tubuh bayi berperan penting membentuk pola tidur. Melatonin yang banyak, cenderung menyebabkan tubuh lemas. Paparan sinar matahari saat pagi, akan menurunkan kadar melatonin, sehingga bayi menjadi lebih berenergi pada pagi hari.

Artikel Terkait

Comments

ARTIKEL TERBARU

Ketika Harus Memberi ASI Perah

Komitmen ibu memberikan nutrisi terbaik bagi bayi, yaitu ASI eksklusif, dapat tetap dilakukan saat ibu harus kembali bekerja. ASI perah solusi tepat.

Berapa Lama ASI Perah Dapat Digunakan?

ASI perah memiliki tenggang waktu untuk digunakan, tergantung pada cara penyimpanannya.

Manajemen ASI Perah

ASI perah yang disimpan sebaiknya diberi label tanggal ASI diperah, agar dapat digunakan lebih dulu.