Agar Bayi Tak "Dicederai" Sinar Matahari

Sinar matahari dibutuhkan tubuh untuk mensintesa vitamin D, dan sinar matahari tersedia tanpa batas, sehingga tak ada alasan untuk tidak memanfaatkannya seoptimal mungkin demi kesehatan.

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa sinar matahari adalah unsur alam yang memberi manfaat terapi, berdampak baik dan menyehatkan, bagi bayi. Agar manfaat tersebut didapatkan secara optimal, kita perlu memahami metode penerapan yang tepat. Perlu diketahui, paparan sinar matahari yang berlebih didapatkan bayi justru bisa mencederainya.

Agar paham dan memiliki dasar praktek yang jelas, lebih baik kita sedikit belejar tentang sinar matahari. Diketahui, matahari sebenarnya memancarkan 3 jenis sinar ke bumi, yaitu; UVA, UVB dan UVC. Sinar UVC tidak populer dibahas, karena sinar itu tidak pernah sampai ke bumi. Lapisan atmosfer menangkal dan memantulkannya sebelum sampai ke bumi.

Hal umum yang kita ketahui tentang matahari adalah bahwa benda langit itu menghasilkan terang, dan panas. Terang itulah UVA. Terang yang dihasilkan matahari dapat kita rasakan sejak matahari terbit hingga terbenam. Intensitas terang itu cenderung sama sepanjang hari. Sedangkan panas cenderung dirasakan berbeda-beda intensitasnya. Panas itulah UVB. Panas di area katulistiwa lebih terasa dibandingkan di area kutub. Panas di tengah hari lebih menyengat dibandingkan pagi atau sore, dan panas akan lebih menyengat saat musim kemarau dibandingkan musim hujan. Ini berarti intensitas UVB tidak sama, tergantung waktu, dan lokasi.

Baik UVA ataupun UVB memicu dampak negatif pada tubuh. UVA diketahui memicu proses penuaan kulit, sedangkan UVB membuat kulit terbakar, iritasi, kemerahan. Paparan keduanya yang berlebih dalam jangka panjang tak hanya membuat warna kulit menjadi gelap, melainkan juga memicu kanker kulit.

Sayangnya, tubuh manusia termasuk bayi sangat membutuhkan UVB untuk mensintesa vitamin D. Jadi, mau tak mau kita perlu menyiasati kondisi ini secara cermat.

  • Waktu yang pas. Kondisi kulit bayi yang baru lahir cenderung sensitif, sehingga perlu diperhitungkan waktu yang tepat untuk memaparkannya pada UVB matahari. Para ahli menyarankan waktu tersebut adalah antara jam 7-9 pagi, sebelum intensitas UVB meningkat pada jam 10. Lama paparan adalah 10-15 menit saja.
  • Kulit terbuka. Sangat penting bahwa seluruh tubuh bayi, termasuk dada dan punggung terpapar sinar matahari dengan intensitas yang sama. Jadi biarkan sebanyak mungkin kulit bayi terpapar, biarkan bayi hanya mengenakan selapis baju saja. Lindungi mata si kecil untuk mencegah risiko gangguan penglihatan. Lokasi tepat. Bayi tak harus dibaw ke udara terbuka. Bawa bayi tetap bisa ada di dalam ruangan, Anda bisa membawanya ke dekat jendela yang terbuka, atau menggendongnya dalam ruangan yang terpapar sinar matahari langsung. Jika cuaca tak bersahabat, seperti; berangin, atau berdebu pada musim kemarau, sebaiknya bayi tetap berada di dalam rumah.
  • Perlakukan khusus bayi prematur. Jika bayi Anda lahir prematur, hindari paparan sinar matahari pada minggu-minggu awal sejak kelahirannya. Bayi prematur cenderung belum dapat menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu hangat sinar matahari. Sebaliknya bayi prematur perlu mempertahankan suhu tubuh yang stabil.
  • Kulit sensitif. Bayi Anda memiliki kulit sensitif? Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum Anda menjemurnya di matahari. Langkah ini penting dilakukan untuk mencegah kulit bayi kering, ruam, terkupas dan iritasi.
  • Mengatur kadar bilirubin. Pada bayi baru, sinar matahari berperan penting mengatur kadar bilirubin jika dilakukan pada minggu pertama kelahirannya.
  • Periksa suhu tubuh. Peningkatan suhu tubuh yang dialami bayi pada saat berjemur matahari sebaiknya diwaspadai. Fungsi otak dan tubuh bayi dapat dipengaruhi oleh suhu tinggi, jadi sebaiknya patuhi saran untuk menjemur bayi tidak lebih dari 15 menit, dan hanya dilakukan antara pukul 7 hingga 9 pagi.

Saat bayi menikmati kehangatan sinar matahari, Anda bisa menggunakan kesempatan ini untuk menjalin kedekatan dengannya. Lakukan pijatan lembut dengan baby oil di seluruh permukaan kulit bayi Anda, karena cara ini membuat bayi tenang, menciptakan rasa aman dan menyehatkan. Selain itu, Anda juga membutuhkan sinar matahari agar tetap sehat.

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Agar Bayi Tak "Dicederai" Sinar Matahari

Sinar matahari dibutuhkan tubuh untuk mensintesa vitamin D, dan sinar matahari tersedia tanpa batas, sehingga tak ada alasan untuk tidak memanfaatkannya seoptimal mungkin demi kesehatan.

Manfaat Sinar Matahari pada Bayi Baru

Sinar matahari pagi membantu tubuh memroduksi vitamin D, yang dibutuhkan bayi baru untuk menjaga kesehatan dan mendapatkan pertumbuhan yang baik.

Jangan Hentikan Si Kecil Bermain Air Liur

Sama seperti berguling, merangkak, atau berjalan, bermain ludah adalah tonggak perkembangan bayi yang penting. Kebiasaan ini lebih dari sekadar bersenang-senang, melainkan menyiapkan si kecil untuk makan dan berbicara.