Saat Bayi Baru Lelah

Sekalipun belum banyak bergerak, bayi baru bisa mengalami kelelahan. Ibu dan Ayah sebaiknya cermat mengenali tanda-tandanya.

Pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi, gerakan tubuhnya sebagian besar didominasi gerakan refleks, antara lain refleks menggenggam, refleks mencari puting, menghisap, atau merenggangkan tubuh. Gerakan bayi pada tahapan usia ini sebagian besar belum dikendalikan secara sadar.

Inilah yang menyebabkan bayi jarang terlihat lelah, atau tanda-tanda kelelahannya sangat samar. Tetapi jika dicermati, saat lelah, bayi baru biasanya menunjukkan gejal-gejala sebagai berikut:

  • Merengek terus-menerus sekalipun dengan suara pelan
  • Memalingkan wajah dari arah datangnya rangsangan
  • Melengkungkan punggungnya ke depan atau ke belakang.
  • Mengepalkan tangannya dan menarik ke sekitar pipinya.
  • Gerakan tangan dan kaki acak, cepat dan menyentak.
  • Menguap berulang-ulang
  • Gelisah dan mengisap sesuatu, misalnya jempol.

Jika si kecil melakukan hal-hal itu, maka:

  1. Hentikan segera kegiatan bersamanya, peluk dan tenangkan bayi dengan kata-kata dan suara lembut. Rasa nyaman yang Anda berikan  akan membuatnya mengerti bahwa dia berada pada tempat atau lingkungan yang aman.  
  2. Periksa apakah bayi lapar, atau popoknya basah? Jika ya segera penuhi kebutuhannya
  3. Letakkan bayi di tempat tidur dan biarkan ia tertidur. Jika ternyata bayi tidak mau tidur, gendong dan ayun dia dengan lembut sambil nyanyikan sebuah lagu atau memutarkan musik lembut.

Setelah bayi bangun, ia akan kembali segar dan Anda bisa menikmati kebersamaan yang menyenangkan dengannya.

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Jangan Hentikan Si Kecil Bermain Air Liur

Sama seperti berguling, merangkak, atau berjalan, bermain ludah adalah tonggak perkembangan bayi yang penting. Kebiasaan ini lebih dari sekadar bersenang-senang, melainkan menyiapkan si kecil untuk makan dan berbicara.

"Superfood" di Masa MPASI

Kandungan nutrisi hati ayam membuatnya menjadi salah satu sumber makanan penting untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak setelah berusia 6 bulan.

Menyiasati Intoleransi Makanan Si Kecil

Jangan segan mencobakan kembali jenis makanan yang memicu reaksi intolerans pada si kecil. Fungsi metabolismenya akan membaik seiring pertambahan usia.