Jangan Hentikan Si Kecil Bermain Air Liur

Perkembangan bayi dari bulan ke bulan adalah hal yang ditunggu dengan gembira oleh orang tua. Keterampilan utama seperti berguling, duduk, merangkak, bahkan diupayakan untuk dirangsang. Sebaliknya kemampuan bayi yang tidak berhubungan dengan gerakan otot besar, seperti menggetarkan bibirnya dan bermain air liur atau ludah, tidak dipandang penting. Sebagian orang tua bahkan berusaha menghentikan dengan cara menahan gerak bibir si kecil dengan menyentuhkan jari. Padahal, ini adalah bagian dari cara si kecil mempersiapkan diri untuk makan dan berbicara.

Saat bayi menggetarkan bibir, akan terdengar suara getaran seperti mesin motor... "brrrrrrr" yang diikuti munculnya gelembung-gelembung air liur. Kebiasaan bayi bermain dengan air liur ini sebenarnya dimulai sekitar usia 2 bulan, tetapi semakin intens dan diikuti bunyi karena getaran bibir baru bisa dilakukannya pada usia sekitar 5 bulan. Para ahli perkembangan di belahan dunia barat menyebut gerakan ini sebagai blowing raspberry, karena gerakan bibir bayi ini sangat mirip gerakan orang dewasa memilah dan mengeluarkan biji saat makan raspberry.

Sebenarnya, ketika bayi mulai gerakan blowing raspberry, ia sedang berlatih mengendalikan lidah, otot bibir, dan otot pipinya secara bersamaan.

  1. Mengoceh. Aktivitas ini meningkatkan kemampuan bayi berbicara, karena ia dapat mengendalikan mulut untuk membentuk bunyi-bunyi suara.
  2. Persiapan Tumbuh Gigi. Air liur yang dihasilkan saat bayi melakukan blowing raspberry berfungsi untuk melembutkan gusi mempersiapkan gigi pertama tumbuh nanti.
  3. Latihan Otot Wajah. Blowing raspberry membantu bayi melatih otot-otot yang diperlukan agar ia bisa menggerakkan bibir secara bebas, tanpa perlu menggerakkan rahang dan lidah. Keterampilan ini membuat bayi kelak bisa mengatur kekuatan bibir untuk menjepit pinggiran sendok atau gelas ketika ia belajar makan dan minum.

Lebih dari sekadar bermain-main, aktivitas si kecil menggetarkan bibir dan mengeluarkan air liur membantu menetralkan asam lambung sambil mengubah pati menjadi gula selama proses pencernaan. Bayi meniup gelembung membantu mengontrol refluks, melembutkan makanan, dan mencegah kerusakan gigi.

Mengingat betapa penting aktivitas ini dilakukan oleh bayi, hal yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah jangan menghentikan bayi ketika ia sedang melakukan blowing raspberry. Sebaliknya dorong si kecil untuk melakukannya. Caranya:

  • Ketika bayi terlihat mulai menggetarkan bibirnya, Anda segera merespons dengan meniru gerakan bibirnya. Bersihkan air liur yang ada di sekitar bibir bayi tanpa membuatnya berhenti melakukan kegiatannya itu.
  • Jika anak terlihat segan mengulang atau merespons gerakan Anda menggetarkan bibir, tempelkan bibir Anda ke perut atau lengannya dan getarkan. Gerakkan ini biasanya direspons dengan senyum oleh si kecil, dan ia akan terdorong untuk melakukannya lagi.

Lakukan hal ini berulang-ulang, maka Anda bisa menyiapkan si kecil untuk mendapatkan makanan padat pertamanya, dengan menyenangkan!

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Ketika Harus Memberi ASI Perah

Komitmen ibu memberikan nutrisi terbaik bagi bayi, yaitu ASI eksklusif, dapat tetap dilakukan saat ibu harus kembali bekerja. ASI perah solusi tepat.

Berapa Lama ASI Perah Dapat Digunakan?

ASI perah memiliki tenggang waktu untuk digunakan, tergantung pada cara penyimpanannya.

Manajemen ASI Perah

ASI perah yang disimpan sebaiknya diberi label tanggal ASI diperah, agar dapat digunakan lebih dulu.