Cara Tepat Mengenalkan Air pada Bayi

Tidak ada aturan tepat kapan saatnya memperkenalkan air pada bayi. Tapi sebaiknya tidak diberikan sebelum anak berusia lebih dari 6 bulan.

Air, atau kebanyakan orang menyebut air putih, tidak disarankan dan juga tidak dilarang untuk diberikan pada bayi. Hanya saja harus dipastikan agar air atau cairan tidak menggantikan ASI, karena air tidak memiliki nilai kalori.

Bayi perlu dikenalkan pada air setelah mendapatkan MP-ASI. Berikan air sedikit demi sedikit, berikan dengan sendok, atau cangkir, atau dicampurkan pada makanannya. Jika perlu, konsultasikan jumlah dan jenis air yang akan diberikan pada bayi dengan dokter anak Anda. Berikut cara memberi minum pada bayi:

  1. Isi sedikit air matang ke cangkir bayi. Sebelumnya, dudukkan bayi di kursinya.
  2. Pegang cangkir, arahkan ke mulut bayi dan sentuhkan perlahan ke bibirnya. Jika bayi membuka mulut, miringkan cangkir agar sedikit air masuk ke dalam mulutnya. Lakukan perlahan-lahan agar cukup waktu bayi untuk menelan.
  3. Jika bayi memalingkan muka atau menangis, tarik cangkir menjauh. Coba lakukan lagi 2 atau 3 hari kemudian. Awalnya mungkin akan banyak cairan yang tumpah. Jika bayi ingin memegang cangkir, biarkan saja. Kesempatan baik untuknya belajar minum sendiri.
  4. Pastikan tidak membiarkan anak mengonsumsi air berlebih, karena bisa menyebabkannya merasa kenyang, sehingga ia tidak ingin makan, atau tak dapat menghabiskan porsi makanannya.

Artikel Terkait

ARTIKEL TERBARU

Ketika Harus Memberi ASI Perah

Komitmen ibu memberikan nutrisi terbaik bagi bayi, yaitu ASI eksklusif, dapat tetap dilakukan saat ibu harus kembali bekerja. ASI perah solusi tepat.

Berapa Lama ASI Perah Dapat Digunakan?

ASI perah memiliki tenggang waktu untuk digunakan, tergantung pada cara penyimpanannya.

Manajemen ASI Perah

ASI perah yang disimpan sebaiknya diberi label tanggal ASI diperah, agar dapat digunakan lebih dulu.